You are currently viewing Stemsa Technopark dan Kelas Industri Diresmikan, Kadisdikbud: Saatnya Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Stemsa Technopark dan Kelas Industri Diresmikan, Kadisdikbud: Saatnya Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Semarang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Jawa Tengah Dr. Uswatun Hasanah S.Pd,M.Pd meresmikan Stemsa Technopark dan Kelas Industri Panasonic di SMK Negeri 1 Semarang Jalan dr.Cipto No.93 Semarang Selasa (15/2).
Kadisdik dalam sambutan menyampaikan bahwa siswa SMK itu keunggulannya yaitu memiliki skill sebagai bekal menjalani kehidupan. Itu terlihat ketika Kadisdik berkesempatan bertanya kepada salah satu peserta didik bahwa setelah lulus dari SMK Negeri 1 Semarang ingin tetap kuliah dengan bekal skill yang sudah didapatkan ketika bersekolah di jenjang SMK.
“Profil pelajar Pancasila ya ini benar-benar diberikan tidak hanya sebagai sebuah tempelan atau pakaian dalam proyek saja,“ ungkap Uswatun Hasanah.

Kadisdikbud menyampaikan bahwa kebijakan Dinas Provinsi Jawa Tengah akan diadakannya kelas industri,yaitu kerjasama dengan industri yang nantinya bermuara pada penyelarasan kurikulum SMK dengan industri.
“Dengan semangat Indonesia maju SDM unggul kita harus mengubah mindset pendidikan bahwa lulus lalu bekerja menjadi karyawan, tidak hanya seperti itu tapi juga mampu menyiapkan siswa kita menghadapi tantangan baru pendidikan revolusi industri 4.0,” terang wanita kelahiran Ngawi ini.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Semarang F.Budi Santoro,S.Pd,M.Si, menyampaikan, SMK Negeri 1 Semarang bisa mengimbaskan pusat keunggulan yang
diamanatkan oleh pemerintah untuk bisa mengurangi angka kemiskinan dengan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi anak didik.

Budi Santoso pun berharap lulusan SMK 1 dapat berwirausaha guna mengurangi pengangguran atau dapat bekerja disektor lain maupun melanjutkan kuliah. Hal ini sesuai program dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yaitu mengurangi Angka kemiskinan dan juga menekan angka pengangguran.
Perwakilan dari PT. Panasonic Gobel Indonesia Ngadiyanto mengajak Guru SMK Negeri 1 Semarang yang sudah melakukan MOU bukan hanya sekedar perjanjian dikertas saja tetapi mewujudkan poin demi poin perjanjian.
“Ayo kita bersama salurkan anak didik untuk bisa bekerja di PT.Panasonic bukan hanya di Indonesia tetapi juga dikirim ke Jepang dan sudah ada kan lulusan Smk 1 yang dikirim,”tutur Ngadiyanto.

Gedung technopark dibangun berawal dari pengajuan SMK pusat keunggulan teknik elektronika industri tahun 2021. Setelah ditetapkan sebagai pusat keunggulan, sekolah mendapat bantuan berupa program fisik dan non fisik.
Program non fisik dalam bentuk penguatan pembelajaran berbasis industri, budaya kerja industri dan anti perundungan.

Untuk program fisik dibangun ruang praktik siswa dalam bentuk technopark dengan volume bangunan 15 x 9 dan selasar 18 m2. Sebagai pusat keunggulan bidang kerjasama luar negeri, sekolah mendapatkan hibah peralatan praktek otomasi industri dari schneider perancis dgn pola g to g.

Kelas industri panasonic dibentuk sebagai tindak lanjut Mou antara SMK Negeri 1 Semarang dan PT.Panasonic manufakturing Indonesia Jakarta, PT.Panasonic Gobel Indonesia dan PT.Gobel Dharma Nusantara.

Kelas ini bertujuan membekali siswa SMK Negeri 1 Semarang dengan kompetensi lifeskill berupa kemampuan memasang dan instalasi Ac, perbaikan dan juga brazzing dan tersertifikasi oleh PT.Panasonic. Dengan kompetensi yang dimiliki diharapkan lulusan bisa berwirausaha dibidang Ac.
Peresmian Stemsa Technopark dan kelas industri ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Dr.Uswatun Hasanah,S.Pd,M.Pd, Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Sunarto,S.Pd,M.Pd, Kepala Sekolah Smk Negeri 1 Semarang F.Budi Santoro,S.Pd,M.Si.

Pengawas Sekolah Dra.Zakiyatul,M.Pd, Perwakilan dari PT. Panasonic Gobel Indonesia Ngadiyanto, Ketua MKKS Jateng Drs.Samiran,MT, Kepala Sekolah dan Komite Sekolah sekitar serta perwakilan dunia industri.

 

(Tim Humas STEMSA)

Leave a Reply