SMK Negeri 1 Semarang Menjadi Tuan Rumah Webinar Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Berintegritas

0
Screenshot_20260618_184159_Gallery

Semarang, 18 Juni 2026 – SMK Negeri 1 Semarang menjadi tuan rumah kegiatan Webinar Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Berintegritas (SBI) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula SMK Negeri 1 Semarang dihadiri oleh kepala sekolah, guru, pengawas, serta tenaga kependidikan dari berbagai SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Tengah.

Webinar ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya integritas, karakter, dan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang jujur, transparan, dan berakhlak mulia.

Kegiatan dibuka dengan pengantar dari moderator, Master Koento Nugroho, yang menyampaikan pentingnya implementasi Sekolah Berintegritas (SBI) di Jawa Tengah, termasuk keberhasilan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online dengan slogan “No Titip, No Jastip” serta penguatan sembilan nilai integritas di lingkungan sekolah.

Hadir sebagai narasumber utama Ir. Wawan Wardiana, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa korupsi merupakan extraordinary crime yang tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga berdampak luas terhadap kualitas pendidikan dan masa depan generasi bangsa.

Satu cara yang dilakukan KPK adalah melalui Pendidikan secara formal, maka KPK bekerja sama dengan KEMENDIKDASMEN, KEMENDIKTISAINTEK, dan Lembaga lainnya untuk memasukkan Pendidikan karakter integritas ”budaya antikorupsi” 9 nilai yaitu “JUMAT BERSEPEDA KAKA”, yaitu:

* Jujur

* Mandiri

* Tanggung Jawab

* Berani

* Sederhana

* Peduli

* Disiplin

* Adil

* Kerja Keras

Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan melalui budaya sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua.

Pada sesi diskusi, Kepala SMK Negeri 1 Semarang, Dra. Ummi Rosydiana, M.Par., menyampaikan berbagai upaya sekolah dalam menginternalisasikan nilai-nilai integritas melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Beliau juga menanyakan peluang bagi pendidik untuk menjadi penyuluh antikorupsi. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa guru dapat mengikuti program sertifikasi penyuluh antikorupsi melalui pelatihan maupun rekognisi pengalaman yang terdokumentasi dengan baik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, KPK RI, Kompak API Jawa Tengah, Tim SBI, serta seluruh satuan pendidikan dalam membangun budaya integritas di sekolah.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dengan slogan “Ramah, Berintegritas, Gembira” menjadi bukti nyata komitmen Jawa Tengah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Sebagai sekolah yang menjadi tuan rumah kegiatan, SMK Negeri 1 Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang berintegritas. Berbagai program pembiasaan karakter, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, serta penguatan nilai-nilai antikorupsi telah menjadi bagian dari budaya sekolah yang mendukung terwujudnya profil lulusan yang unggul, berkarakter, dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh insan pendidikan semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan sekolah berintegritas, membangun karakter peserta didik, serta menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan etika yang kuat.

SMK Negeri 1 Semarang – Pasti Berprestasi dan Berintegritas.

Penulis : Tim Humas Stemsa

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *